Senyummu gelora kalbuku
Tangis itu adalah tutur kata nurani
Tetapi, kesadaranmu adalah anugerah sesaat
Yang terpendam dalam rayuanku disini
Mawar kelabu telah suram
Ajakan kembang lusuh bercumbu
kutolak dengan sajak sajak untukmu
yang membalut sukma kehidupanku
Sederet potret matamu
Menyipu malu raut wajahku
persetan, kau tidak lagi seperti itu
Pahit seperti pengkhianatan yang dalam
Kala nestapa mengubur hatimu
Kau datang mengumbar tangisan
Saat sukacita tlah mendekap erat tanganmu
Kau pergi dalam memori serpihan hati
Jangan paksa tuk pergi
Perlu waktu untuk semua ini
Lupakan semua perkataan basi
Takkan kenang kenangmu nanti
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Mei 2011
Jumat, 11 Maret 2011
Duka Campur Luka ...
Diposting oleh
Sasmitawijaya
di
Jumat, Maret 11, 2011
Kala itu ku habiskan air mata ..
Menggenggam erat sekuntum bunga ..
Bersimbah duka, bercampur luka ..
dan semua, menjadi nyata belaka ...
Aku lihat semua yang ada ...
Aku rasa apa yang ku rasa ..
Namun amarah telah melanda jiwa ..
Namun air mata tlah membasahi suasana ..
Kau tak dengar suara hati ...
Kau tak dengar isyarat hati ..
Berdiri sendiri, hatiku sepi ..
Menginjak bunga yang tak berarti ..
Ku melangkah sepi bersama kegagalan ..
Melampiaskan amarah pada bintang dan Bulan ..
Semilir angin menemani kebersamaan ..
Setetes darah membasahi kemarahan ...
Kini engkau tlah bersamanya ..
Bersenang ria menikmati dunia ..
Melupakan yang lalu ..
Menjalani yang baru ..
Aku pantas di khianati ..
Menangisi bagian hati yang kini tak disini ..
Kan ku lupa kenangan buruk semua memori..
dari Cerita hidupku yang sepi serta mati ...
Menggenggam erat sekuntum bunga ..
Bersimbah duka, bercampur luka ..
dan semua, menjadi nyata belaka ...
Aku lihat semua yang ada ...
Aku rasa apa yang ku rasa ..
Namun amarah telah melanda jiwa ..
Namun air mata tlah membasahi suasana ..
Kau tak dengar suara hati ...
Kau tak dengar isyarat hati ..
Berdiri sendiri, hatiku sepi ..
Menginjak bunga yang tak berarti ..
Ku melangkah sepi bersama kegagalan ..
Melampiaskan amarah pada bintang dan Bulan ..
Semilir angin menemani kebersamaan ..
Setetes darah membasahi kemarahan ...
Kini engkau tlah bersamanya ..
Bersenang ria menikmati dunia ..
Melupakan yang lalu ..
Menjalani yang baru ..
Aku pantas di khianati ..
Menangisi bagian hati yang kini tak disini ..
Kan ku lupa kenangan buruk semua memori..
dari Cerita hidupku yang sepi serta mati ...
Kamis, 23 Desember 2010
Sampai Akhir sebuah Penantian...
Diposting oleh
Sasmitawijaya
di
Kamis, Desember 23, 2010
Kilau permata, tak sekilau cinta kitaa...
Cerah rembulan, tak secerah penantian kita..
Harum bunga, tak seharum rasa kitaa...
dan alam yang indah, tak seindah dunia kitaa...
Simpanlah rasa ini kedalam kalbumu
Serta bawalah hati ini kedalam mimpi malammu
Bawalah sebuah bintang kedalam hari hariku
Juga sejukanlah cinta ini dengan selembut air salju ..
Kebersamaan ini jangan jadikan belenggu..
Karena ku ingin selalu ada di sisimu...
Jalani hari hari bersama denganmu..
dan takkan terpisah, meski badai memburu..
Engkau selalu hadir disaat hatiku terluka
Engkau selalu hadir jika air mataku bicara
Engkau selalu hadir ketika hariku tiada tawa
dan Engkau selalu hadir ketika awan merana..
Banyak cobaan yang memisahkan kita...
Banyak halangan yang menghancurkan kebersamaan kita..
Banyak tangisan yang menemani cinta kita..
Banyak pula jeritan hati yang selalu terasa...
Ungkapkan rasa tak sekedar kata..
Katakan rasa dengan sayang belaka..
Bunuhlah malam dengan rasa berduka..
dan Sambutlah pagi dengan rasa bahagia...
Cerah rembulan, tak secerah penantian kita..
Harum bunga, tak seharum rasa kitaa...
dan alam yang indah, tak seindah dunia kitaa...
Simpanlah rasa ini kedalam kalbumu
Serta bawalah hati ini kedalam mimpi malammu
Bawalah sebuah bintang kedalam hari hariku
Juga sejukanlah cinta ini dengan selembut air salju ..
Kebersamaan ini jangan jadikan belenggu..
Karena ku ingin selalu ada di sisimu...
Jalani hari hari bersama denganmu..
dan takkan terpisah, meski badai memburu..
Engkau selalu hadir disaat hatiku terluka
Engkau selalu hadir jika air mataku bicara
Engkau selalu hadir ketika hariku tiada tawa
dan Engkau selalu hadir ketika awan merana..
Banyak cobaan yang memisahkan kita...
Banyak halangan yang menghancurkan kebersamaan kita..
Banyak tangisan yang menemani cinta kita..
Banyak pula jeritan hati yang selalu terasa...
Ungkapkan rasa tak sekedar kata..
Katakan rasa dengan sayang belaka..
Bunuhlah malam dengan rasa berduka..
dan Sambutlah pagi dengan rasa bahagia...
Langganan:
Postingan (Atom)
