Alangkah sejuk udara pagi
Alangkah cerah terbitnya Mentari
Kami kan berlari menggapai mimpi
Sampai bumi berhenti menari
Siang dan Malam kami Mencari
Mencari ilmu dan meraih prestasi..
Inilah janji yang di nanti..
Janji berarti tuk ibu Pertiwi..
Butiran keringat kian tak jarang
Helaian kertas tak pernah terbuang
Se genggam semangat tak patah arang
Se Berkas cahaya, semakin menerang
Tunjukanlah pada dunia..
Tunjukanlah pada semesta..
Tunjukanlah pada Garuda...
Bahwa kami pasti bisa !
Tundukkan kepala...
Panjatkan do'a..
Kepada Yang Kuasa..
Semoga kami menjadi juara..
Takkan punah usaha kami !
Takkan pudar semangat ini !
Gapai prestasi yang telah di ajari !
Kelak ilmumu kan menuntun dikala besar nanti..
Selasa, 25 Januari 2011
Kamis, 23 Desember 2010
Sampai Akhir sebuah Penantian...
Diposting oleh
Sasmitawijaya
di
Kamis, Desember 23, 2010
Kilau permata, tak sekilau cinta kitaa...
Cerah rembulan, tak secerah penantian kita..
Harum bunga, tak seharum rasa kitaa...
dan alam yang indah, tak seindah dunia kitaa...
Simpanlah rasa ini kedalam kalbumu
Serta bawalah hati ini kedalam mimpi malammu
Bawalah sebuah bintang kedalam hari hariku
Juga sejukanlah cinta ini dengan selembut air salju ..
Kebersamaan ini jangan jadikan belenggu..
Karena ku ingin selalu ada di sisimu...
Jalani hari hari bersama denganmu..
dan takkan terpisah, meski badai memburu..
Engkau selalu hadir disaat hatiku terluka
Engkau selalu hadir jika air mataku bicara
Engkau selalu hadir ketika hariku tiada tawa
dan Engkau selalu hadir ketika awan merana..
Banyak cobaan yang memisahkan kita...
Banyak halangan yang menghancurkan kebersamaan kita..
Banyak tangisan yang menemani cinta kita..
Banyak pula jeritan hati yang selalu terasa...
Ungkapkan rasa tak sekedar kata..
Katakan rasa dengan sayang belaka..
Bunuhlah malam dengan rasa berduka..
dan Sambutlah pagi dengan rasa bahagia...
Cerah rembulan, tak secerah penantian kita..
Harum bunga, tak seharum rasa kitaa...
dan alam yang indah, tak seindah dunia kitaa...
Simpanlah rasa ini kedalam kalbumu
Serta bawalah hati ini kedalam mimpi malammu
Bawalah sebuah bintang kedalam hari hariku
Juga sejukanlah cinta ini dengan selembut air salju ..
Kebersamaan ini jangan jadikan belenggu..
Karena ku ingin selalu ada di sisimu...
Jalani hari hari bersama denganmu..
dan takkan terpisah, meski badai memburu..
Engkau selalu hadir disaat hatiku terluka
Engkau selalu hadir jika air mataku bicara
Engkau selalu hadir ketika hariku tiada tawa
dan Engkau selalu hadir ketika awan merana..
Banyak cobaan yang memisahkan kita...
Banyak halangan yang menghancurkan kebersamaan kita..
Banyak tangisan yang menemani cinta kita..
Banyak pula jeritan hati yang selalu terasa...
Ungkapkan rasa tak sekedar kata..
Katakan rasa dengan sayang belaka..
Bunuhlah malam dengan rasa berduka..
dan Sambutlah pagi dengan rasa bahagia...
Selasa, 21 Desember 2010
Teman adalah "Arti"..
Diposting oleh
Sasmitawijaya
di
Selasa, Desember 21, 2010
Teman,,,
Biarkanlah hidup kita penuh kasih dan sayang
Serta Biarkanlah hidup kita penuh bunga dan bintang
Jangan biarkan hidup kita penuh dendam dan masalah
Tapi Biarkanlah hidup kita selalu bersama selamanya
Teman ..
Banyak Do'a yang menyertai kita bersama
Banyak senyum yang kita haturkan bersama
Tetapi Banyak pula kata-kata yang melukai hati kita
dan, Banyak pula cobaan yang memisahkan kebersamaan kita
Teman,..
Kalian Ingatkah saat kita menari dan tertawa ?
Kalian Ingatkah saat kita berkumpul bersama ?
Kalian Ingatkah saat kita curhat bersama ?
dan Kalian Ingatkah saat kita mencari rasa bersama ?
Teman..
Dunia Ini serasa milik kita bersama
Karena dunia ini adalah saksi sejarah kemesraan kita bersama
Walau masa yang berlalu tak terasa lamanya
Kan kita jalankan hidup ini dengan penuh rasa
Teman..
Kan Ku sirami memori ini dengan air kalbu
dan Kan Ku tanamkan bunga sayang di tempat pertama kita bertemu
Kan ku ubah rasa benci menjadi rindu
Juga Kan Ku hindari pelangi cerah dari pelangi gelap kelabu
Teman...
Jangan lupakan memori ini...
Karena itu adalah bukti terkesan kami..
Takkan terlupa teman berarti..
Walau kenangan ini tak bisa terulang kembalii...
Biarkanlah hidup kita penuh kasih dan sayang
Serta Biarkanlah hidup kita penuh bunga dan bintang
Jangan biarkan hidup kita penuh dendam dan masalah
Tapi Biarkanlah hidup kita selalu bersama selamanya
Teman ..
Banyak Do'a yang menyertai kita bersama
Banyak senyum yang kita haturkan bersama
Tetapi Banyak pula kata-kata yang melukai hati kita
dan, Banyak pula cobaan yang memisahkan kebersamaan kita
Teman,..
Kalian Ingatkah saat kita menari dan tertawa ?
Kalian Ingatkah saat kita berkumpul bersama ?
Kalian Ingatkah saat kita curhat bersama ?
dan Kalian Ingatkah saat kita mencari rasa bersama ?
Teman..
Dunia Ini serasa milik kita bersama
Karena dunia ini adalah saksi sejarah kemesraan kita bersama
Walau masa yang berlalu tak terasa lamanya
Kan kita jalankan hidup ini dengan penuh rasa
Teman..
Kan Ku sirami memori ini dengan air kalbu
dan Kan Ku tanamkan bunga sayang di tempat pertama kita bertemu
Kan ku ubah rasa benci menjadi rindu
Juga Kan Ku hindari pelangi cerah dari pelangi gelap kelabu
Teman...
Jangan lupakan memori ini...
Karena itu adalah bukti terkesan kami..
Takkan terlupa teman berarti..
Walau kenangan ini tak bisa terulang kembalii...
Minggu, 19 Desember 2010
Mata Hatiku (Bunda)..
Diposting oleh
Sasmitawijaya
di
Minggu, Desember 19, 2010
Terik mentari memancarkan sinarnya..
Embun Pagi menemaniku bersamanya..
Sepedah ontel ku naiki bersamanya
dan Selalu bersama, selalu berdua..
Pagi-pagi yang dingin kita menuju ke pasar
Siang-siang yang panas kita istirahat sebentar
Sore-sore yang cerah kita kembali ke pasar
dan Malam-malam yang sejuk kau tak lupa menuntunku belajar
Hujan-gerimis kau anggap hiburan
Sakit-Pusing sudah menjadi tantangan
Motor-mobil menjadi teman di jalanan
dan Asap-debu sering kau hirup bersamaan
Bila mentari telah menunggu
Kirimkanlah pesan rasa bahagia itu pada mata hatiku..
Bila mentari mulai berlari
Senyumkanlah hari harinya dengan pesan ini..
Terkenang perjuangannya dengan sebuah sepedah ontel...
Walau bapak sudah tiada...
Kan ku jaga keadaannya...
Sampai mentari tlah tiada cerahnya.....
Embun Pagi menemaniku bersamanya..
Sepedah ontel ku naiki bersamanya
dan Selalu bersama, selalu berdua..
Pagi-pagi yang dingin kita menuju ke pasar
Siang-siang yang panas kita istirahat sebentar
Sore-sore yang cerah kita kembali ke pasar
dan Malam-malam yang sejuk kau tak lupa menuntunku belajar
Hujan-gerimis kau anggap hiburan
Sakit-Pusing sudah menjadi tantangan
Motor-mobil menjadi teman di jalanan
dan Asap-debu sering kau hirup bersamaan
Bila mentari telah menunggu
Kirimkanlah pesan rasa bahagia itu pada mata hatiku..
Bila mentari mulai berlari
Senyumkanlah hari harinya dengan pesan ini..
Terkenang perjuangannya dengan sebuah sepedah ontel...
Walau bapak sudah tiada...
Kan ku jaga keadaannya...
Sampai mentari tlah tiada cerahnya.....
Rabu, 15 Desember 2010
Anak anak Jalanan
Diposting oleh
Sasmitawijaya
di
Rabu, Desember 15, 2010
Mereka yang kini tak lagi berguna
Mereka yang kini tak lagi sekolah
Mereka yang kini tak lagi sempurna
dan Mereka yang kini t'lah sengsara
Siang-malam mencari rupiah
Garam-Nasi makanan mereka
Debu-Tanah menempel di wajah
serta Tawa-canda sempat mereka jalani bersama
Mereka fikir dunia ini begitu cerah
dan Mereka fikir Dunia ini begitu indah
Tak mereka fikir Dunia ini begitu kejam
Tetapi yang terjadi di luar dugaan
Nada gitar menjadi nafkah
Lagu lagu menjadi sejarah
Mimpi mimpinya begitu terarah
Walaupun mereka belum bisa sekolah
Sampai Kapan kah hidup mereka berubah ??
Sampai kapankah gitar kecil itu terus mereka mainkan ??
Apakah dunia masih memihak pada mereka ??
dan Apakah mereka kan terkubur dengan keadaan depresi ??
Kadang doa bercampur amarah
Mereka rasa itu perbuatan yang salah
Walau asa kembali punah
Kan mereka sambut dengan masa depan yang cerah
Mereka yang kini tak lagi sekolah
Mereka yang kini tak lagi sempurna
dan Mereka yang kini t'lah sengsara
Siang-malam mencari rupiah
Garam-Nasi makanan mereka
Debu-Tanah menempel di wajah
serta Tawa-canda sempat mereka jalani bersama
Mereka fikir dunia ini begitu cerah
dan Mereka fikir Dunia ini begitu indah
Tak mereka fikir Dunia ini begitu kejam
Tetapi yang terjadi di luar dugaan
Nada gitar menjadi nafkah
Lagu lagu menjadi sejarah
Mimpi mimpinya begitu terarah
Walaupun mereka belum bisa sekolah
Sampai Kapan kah hidup mereka berubah ??
Sampai kapankah gitar kecil itu terus mereka mainkan ??
Apakah dunia masih memihak pada mereka ??
dan Apakah mereka kan terkubur dengan keadaan depresi ??
Kadang doa bercampur amarah
Mereka rasa itu perbuatan yang salah
Walau asa kembali punah
Kan mereka sambut dengan masa depan yang cerah
Jumat, 12 November 2010
Sahabat dalam Kenangan...
Diposting oleh
Sasmitawijaya
di
Jumat, November 12, 2010
Dahulu kita selalu bersama
Dahulu kita selalu berbagi cerita
Dahulu kita selalu mengeluarkan kata kata jenaka
Dahulu pula suka duka kita alami bersama
Kau hiburkan tangis hatiku
Serta hiburkan hidup indahku
Kau hiburkan sedih dukaku
Juga hiburkan hari hari gelapku
Senyum-sedih sahabat kita
Syair-lagu menghiasi hari-hari kita
Kalimat-kata menjadi memori kita
Serta lalui hari hari dengan berbagai penuh rasa
Berangkai kata kita rangkai bersama
Berbagai cerita kita haturkan bersama
Berbagai rasa kita iringi bersama
dan Berbagai bunga kita tanamkan bersama...
Tetapi kini engkau telah tiada
T'lah mengahadap sang pencipta
Hening Dunia tak ada kata
Masa Kita tiada rasa
Ku akan selalu rindu padamu
Ingatkan kenangan indah padamu
Aku selalu ingat padamu
Semoga alammu menjadi sahabat untukmu
Dahulu kita selalu berbagi cerita
Dahulu kita selalu mengeluarkan kata kata jenaka
Dahulu pula suka duka kita alami bersama
Kau hiburkan tangis hatiku
Serta hiburkan hidup indahku
Kau hiburkan sedih dukaku
Juga hiburkan hari hari gelapku
Senyum-sedih sahabat kita
Syair-lagu menghiasi hari-hari kita
Kalimat-kata menjadi memori kita
Serta lalui hari hari dengan berbagai penuh rasa
Berangkai kata kita rangkai bersama
Berbagai cerita kita haturkan bersama
Berbagai rasa kita iringi bersama
dan Berbagai bunga kita tanamkan bersama...
Tetapi kini engkau telah tiada
T'lah mengahadap sang pencipta
Hening Dunia tak ada kata
Masa Kita tiada rasa
Ku akan selalu rindu padamu
Ingatkan kenangan indah padamu
Aku selalu ingat padamu
Semoga alammu menjadi sahabat untukmu
Jumat, 05 November 2010
Ada apa dengan Alam ...
Diposting oleh
Sasmitawijaya
di
Jumat, November 05, 2010
Daun Daun melihatkan kehijauanya..
Juga Air menyegarkan kesegarannya..
Flora Fauna tak lihatkan kepunahannya..
Dan Langit tak lihatkan kesedihannya...
Jika sebagian dedaunan menggugurkan tubuhnya..
ku tidak lagi menghirup udara yang segaar...
Sebagian dedaunan yang telah tercemaaar....
Karena ulah merekaa....
Jika sebagian air juga tak menyegarkan kesegaran kembali..
Ku tidak lagi merasakan kesegarannya..
Sebagian Air yang telah tercemar..
Karena ulah mereka....
Jika Sebagian Flora dan Fauna telah tiada ..
Ku tidak lagi melihat kemewahan hewan dan tumbuhan ..
Sebagian Flora Fauna yang telah punah...
Karena ulah mereka...
Dan Jika sebagian awan telah tiada...
Ku kan selalu terkena panasnya sinar mentari...
Sebagian awan yang telah tercemar..
Karena ulah merekaa ....
Ku rindu segalanya dari kalian..
Kan lestarikan alam segar yang telah tiadaa...
Takkan ku merusak alam yang elok ini..
Untuk anak bangsa di masa yang akan dataang...
Juga Air menyegarkan kesegarannya..
Flora Fauna tak lihatkan kepunahannya..
Dan Langit tak lihatkan kesedihannya...
Jika sebagian dedaunan menggugurkan tubuhnya..
ku tidak lagi menghirup udara yang segaar...
Sebagian dedaunan yang telah tercemaaar....
Karena ulah merekaa....
Jika sebagian air juga tak menyegarkan kesegaran kembali..
Ku tidak lagi merasakan kesegarannya..
Sebagian Air yang telah tercemar..
Karena ulah mereka....
Jika Sebagian Flora dan Fauna telah tiada ..
Ku tidak lagi melihat kemewahan hewan dan tumbuhan ..
Sebagian Flora Fauna yang telah punah...
Karena ulah mereka...
Dan Jika sebagian awan telah tiada...
Ku kan selalu terkena panasnya sinar mentari...
Sebagian awan yang telah tercemar..
Karena ulah merekaa ....
Ku rindu segalanya dari kalian..
Kan lestarikan alam segar yang telah tiadaa...
Takkan ku merusak alam yang elok ini..
Untuk anak bangsa di masa yang akan dataang...
Langganan:
Postingan (Atom)
